Ayam Kate Jepang: Fakta, Kegunaan, Asal Usul dan Ciri-cirinya

Ayam kate Jepang (Japanese bantam chicken), juga dikenal sebagai “Chabo,” yang berarti “bantam,” “miniatur” atau “kerdil.” Mereka mendapatkan nama yang sangat pas karena mereka adalah ras bantam sejati yang dikenal karena kaki mereka yang sangat pendek dan perawakannya yang mungil.

Ayam kate Jepang

Ras ayam ini hanya digunakan untuk tujuan pameran dan peliharaan hias karena mereka tidak ideal untuk dijadikan ayam pedaging atau petelur. Menurut American Bantam Association, breed ini termasuk dalam daftar breed ayam paling populer di dunia.

Fakta Singkat Tentang Ayam Kate Jepang

  • Nama Ras: Kate Jepang, Chabo, Japanese Bantam
  • Tempat Asal: Jepang
  • Kegunaan: Pameran, peliharaan hias
  • Ukuran Ayam Jantan: 0,5 – 0,6 kg
  • Ukuran Ayam Betina: 0,4 – 0,5 kg
  • Warna: Abu-abu birchen, bintik-bintik hitam, bintik-bintik biru, biru-merah, coklat-merah, buff Columbian, cuckoo, abu-abu tua, golden duck wing, lavender, abu-abu Miller, partridge (ayam hutan), bintik-bintik merah, abu-abu perak, tiga warna, wheaten (warna gandum).
  • Umur: 10-13 tahun
  • Toleransi Iklim: Tidak tahan dingin
  • Tingkat Perawatan: Sulit
  • Kegunaan: Pameran, hias

Asal usul jenis ayam kate Jepang agak menjadi misteri, tetapi penggambaran paling awal dari jenis ini berasal dari lukisan tahun 1660. Bukti DNA menunjukkan bahwa semua jenis ayam hias Jepang adalah produk dari pembiakan selektif dari unggas-unggas aduan. Mereka dibesarkan sebagai unggas taman hias dan ditampilkan oleh kalangan kelas atas Jepang.

Ekspor ayam kate Jepang dimulai pada tahun 1860-an ketika perdagangan luar negeri Jepang dibuka kembali. Mereka dipastikan telah mencapai Inggris Raya pada sekitar waktu itu. Pada tahun 1912, komunitas breed didirikan selama Crystal Palace Poultry Show dan pada tahun 1937 klub breed internasional bernama Chabo Bantam Club dibentuk.

Karakteristik Ayam Kate Jepang

Seperti disebutkan, ayam kate Jepang adalah ayam yang sangat mungil dengan kaki pendek. Mereka memiliki ekor melengkung yang anggun dan sayap yang sangat besar. Penampilan mereka yang unik dan ciri-ciri khusus ini adalah hal yang membuat mereka menjadi unggas hias yang indah.

Mereka umumnya sangat mudah dijinakkan dan secara keseluruhan merupakan jenis yang ramah dan jinak, meskipun ayam jantan dikenal agresif. Trah ini tidak kuat sama sekali dan tidak dapat mentolerir dingin dengan mudah, karena jengger dan gelambirnya rentan terhadap radang dingin.

Ukurannya yang kecil berarti mereka tidak membutuhkan banyak ruang, tetapi mereka tidak cocok untuk dikurung di kandang. Mereka membutuhkan lingkungan umbaran yang sangat bersih dan rapi karena sayapnya yang panjang menyentuh tanah dan mudah kotor.

Ayam kate Jepang biasanya pandai terbang. Ayam betina menjadi induk yang sangat baik meskipun mereka adalah ayam petelur yang buruk, yang hanya menghasilkan 1 hingga 2 telur kecil per minggu. Ukuran mereka juga membuat mereka tidak menguntungkan untuk produksi daging. Mereka sulit berkembang biak karena sifat fisiknya dan gen yang menyebabkan kaki pendek bisa mematikan.

Sekitar 25% anak ayam kate Jepang akan mati sebelum menetas dan 25% lainnya kemungkinan akan lahir dengan kaki panjang. Biasanya, hanya setengah telur yang akan menghasilkan ayam kate Jepang asli berkaki pendek. Trah ini tentu memiliki persyaratan perawatan ekstra dan sedikit lebih rapuh dibanding varietas lain.

Kegunaan

Harga ayam kate Jepang

Ayam kate Jepang benar-benar merupakan jenis ayam hias. Mereka tidak digunakan untuk tujuan praktis seperti produksi daging atau telur, tetapi dipelihara untuk pameran dan hiasan.

Penggunaannya untuk pameran membuat mereka menonjol bagi peternak yang mencari breed pameran yang unik dan menarik, tetapi siapa pun yang mencari unggas petelur atau pedaging yang baik akan mencari sesuatu yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Penampilan dan Varietas

Ayam kate Jepang adalah ayam yang sangat kecil dan mungil dengan kaki yang sangat pendek, jengger besar, dan ekor melengkung yang hampir sebesar mereka. Ayam betina biasanya hanya memiliki berat hingga 0,5 kg, sedangkan ayam jantan hanya sedikit lebih berat dan dapat mencapai hingga 0,6 kg. Trah ini hanya mencapai sekitar 30 cm pada tinggi maksimum.

Ayam kate Jepang memiliki banyak variasi warna yang berbeda, beberapa diterima dalam Standard of Perfection dan beberapa tidak. Varietas warna yang diterima dari Kate Jepang meliputi abu-abu birchen, bintik-bintik hitam, bintik-bintik biru, biru-merah, coklat-merah, buff Columbian, cuckoo, abu-abu tua, golden duck wing, lavender, abu-abu Miller, partridge (ayam hutan), bintik-bintik merah, abu-abu perak, tiga warna, dan wheaten (warna gandum).

Gelambir, pial, dan daun telinga dari jenis ayam ini berwarna merah dan besar pada ayam jantan, tetapi lebih berukuran sedang pada ayam betina. Mereka memiliki mata coklat gelap dengan kulit kuning dan paruh. Sayapnya sangat besar dan diposisikan menyudut ke bawah, menyebabkan sayapnya menyentuh tanah berkat kaki mungil mereka.

Populasi, Persebaran, Habitat

Meski telah dikembangkan di Jepang selama abad ke-7, ayam kate Jepang baru mulai tumbuh popularitasnya pada tahun 1800-an karena kurangnya perdagangan luar negeri Jepang. Trah ini diekspor ke Eropa di mana mereka secara resmi ditetapkan, ditampilkan dalam pameran, dan komunitas pembiakan mulai terbentuk.

Saat ini, ayam kate Jepang tersebar di seluruh dunia dan terus menjadi unggas yang sangat populer. Bahkan mereka yang tidak memelihara ayam ini tahu nama itu.

Apakah Ayam Kate Jepang Baik untuk Peternakan Skala Kecil?

Ayam kate Jepang bukanlah jenis yang baik untuk operasi peternakan skala kecil. Karena breed tersebut hanya untuk tujuan pameran dan hiasan, ada banyak breed ayam lain yang lebih cocok untuk peternakan skala kecil.

Meskipun mereka adalah unggas yang menarik dalam hal penampilan dan kepribadian, mereka sensitif terhadap kondisi cuaca, merupakan penghasil telur yang buruk, dan ukurannya yang kecil membuat mereka tidak praktis digunakan untuk produksi daging. Mereka yang mencari unggas pedaging kecil akan lebih cocok dengan ras ayam Cornish game.

–oOo–

Ayam kate Jepang adalah jenis ayam yang menarik dan populer yang hanya digunakan oleh peternak unggas sebagai ayam hias atau ayam pameran. Mereka bukan jenis yang sangat kuat, dan sifat fisik mereka membuat ayam ini sedikit lebih sulit pemeliharaannya dalam hal perawatan dan pembiakan. Mereka mungkin tidak ideal sebagai ayam petelur atau pedaging, tetapi mereka adalah jenis ayam yang ramah yang pasti akan membuat orang terpukau.

Komentar Anda