Apakah Burung Unta Bisa Terbang? Apa Fungsi Sayap Mereka?

Burung unta adalah burung hidup terbesar di dunia. Beratnya mencapai 145 kg dan tingginya sekitar 2,7 meter, jadi tidak mengherankan jika burung-burung ini tidak dapat terbang. Meskipun mereka dapat mencapai kecepatan lari yang mengesankan, banyak orang mempertanyakan mengapa burung ini memiliki sayap jika mereka tidak dapat menggunakannya.

Burung unta

Artikel ini akan memberi tahu Anda dengan tepat mengapa burung unta tidak bisa terbang dan bagaimana sayapnya berevolusi untuk digunakan.

Burung unta tidak bisa terbang karena sayapnya tidak mampu mengangkat tubuhnya yang berat ke udara. Mereka termasuk dalam kelompok burung yang disebut ratite, yang meliputi emu, kiwi, dan kasuari. Burung-burung ini tidak memiliki bagian tubuh di sepanjang tulang dada mereka yang disebut keel yang diperlukan untuk menahan otot-otot dada yang membantu mereka terbang.

Mengapa Burung Unta Memiliki Sayap Jika Tidak Bisa Terbang?

Sederhananya, burung unta masih memiliki sayap karena nenek moyang mereka memiliki sayap dan merupakan burung terbang. Seiring berjalannya waktu, burung-burung ini tidak lagi perlu terbang, sehingga mereka kehilangan kemampuannya itu. Fitur-fitur ini dikenal sebagai struktur vestigial.

Struktur vestigial adalah fitur yang pernah memiliki fungsi untuk nenek moyang suatu organisme, tetapi tidak lagi diperlukan oleh spesies modern. Namun ini masih cukup berfungsi. Burung unta masih menggunakan sayapnya untuk beberapa tujuan, di antaranya:

1. Tampilan Kawin

Salah satu kegunaan terbesar sayap burung unta adalah ritual pendekatan kawin. Burung ini menggunakan sayapnya untuk menarik pasangannya. Mereka cenderung menggunakan sebagian besar bulu ekornya, tetapi sayapnya juga terlibat. Warna hitam dan putih yang mencolok menarik perhatian betina yang berwarna coklat muda.

Sayap burung unta

Tampilan kawin sering kali melibatkan pejantan yang merendah perlahan ke tanah, hampir seolah-olah dia sedang membungkuk, dan kemudian secara bergantian melambaikan dan menggoyangkan bulu-bulu sayapnya. Pada saat yang sama, dia menggerakkan ekornya ke atas dan ke bawah. Pertunjukannya terlihat seperti tarian, dan jika dia berhasil, itu akan membuat betina terkesan dengan dominasi dan kekuatannya.

2. Menjaga Keseimbangan

Burung unta adalah pelari cepat, dengan kecepatan mencapai lebih dari 70 km per jam. Mereka sering melebarkan sayapnya saat berlari untuk membantu memberikan keseimbangan, terutama saat mengubah arah.

3. Dominasi

Burung unta bisa menjadi agresif, dan menunjukkan dominasinya pada burung lain adalah bagian dari kehidupan di alam liar. Burung-burung ini akan mengangkat sayapnya dan mengangkat kepalanya setinggi mungkin, dan burung unta yang tunduk akan menurunkan kepalanya dan menjatuhkan sayapnya.

4. Menaungi Anak-anaknya

Meskipun burung unta tidak dapat menggunakan sayapnya untuk terbang, mereka memiliki sayap lebar yang sempurna untuk menaungi anak-anak mereka di bawah panas terik gurun.

Karakteristik Bulu Burung Unta

Burung yang tidak bisa terbang biasanya tidak memiliki ciri bulu yang sama dengan burung yang bisa terbang. Burung terbang memiliki bulu yang tersusun rapat dan ramping. Di sisi lain, burung unta memiliki bulu longgar yang penampilannya lebih lusuh. Bulu-bulunya sering menonjol dalam rumpun, dan warnanya berkisar dari hitam dan putih hingga coklat.

–oOo–

Tampaknya lucu ketika kita tahu bahwa burung unta memiliki sayap tetapi mereka tidak dapat menggunakannya. Kita harus ingat bahwa hewan-hewan ini dulu pernah bisa terbang pada satu titik, tetapi evolusi akhirnya membuat mereka kehilangan kemampuan ini karena tidak lagi diperlukan untuk kelangsungan hidup mereka.

Meskipun burung unta sudah tidak dapat terbang, sayap mereka masih berfungsi dan membantu mereka berkembang biak dan bertahan hidup di habitat alaminya.

Komentar Anda