Bolehkah Kelinci Makan Tongkol Jagung / Bonggol Jagung? | Faunaku
Home » Kelinci » Bolehkah Kelinci Makan Tongkol Jagung / Bonggol Jagung?

Bolehkah Kelinci Makan Tongkol Jagung / Bonggol Jagung?

Banyak orang ingin berbagi makanan dengan hewan peliharaannya. Namun jika kita berbicara tentang tongkol jagung atau bonggol jagung, maka ini sebaiknya tidak diberikan kepada kelinci Anda. Hewan yang memakannya biasanya mengais sisa butiran jagung, bukan tongkolnya. Hewan tersebut memang memiliki sistem pencernaan yang berbeda. Tapi kelinci peliharaan Anda akan sulit mencernanya.

Kelinci Makan Bonggol Jagung

Tentang Makanan Kelinci

Untuk memahami mengapa tongkol jagung dilarang, ada baiknya mempelajari lebih lanjut tentang makanan kelinci. Ada 29 spesies dalam 10 genera hewan ini. Kelinci peliharaan kita adalah bagian dari kelompok Dunia Lama dengan nama ilmiah Oryctolagus cuniculus. Orang-orang memelihara kelinci sejak Abad Pertengahan. Namun kelinci awalnya bukan hewan peliharaan, melainkan hewan ternak untuk dimakan.

Baca Juga: 10 Jenis Kelinci Pedaging Terbaik di Seluruh Dunia

American Rabbit Breeders Association (ARBA) adalah organisasi kelinci nasional terkemuka. Mereka mengakui 49 ras kelinci berbeda, yang membuktikan popularitas kelinci selain sebagai makanan.

Kelinci adalah herbivora oportunistik di alam liar, memakan tumbuhan apa pun yang dapat mereka temukan untuk memuaskan nafsu makan mereka yang tampaknya tak ada habisnya. Kelinci liar sangat berbeda dengan kelinci peliharaan kita.

Menariknya, yang pertama terancam punah, menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Ancaman utamanya adalah penyakit yang dibawa manusia dan hilangnya habitat. Tapi kelinci domestik alias kelinci peliharaan jauh dari kepunahan, sehingga mereka menjadi penyelamat bagi spesies kelinci yang akan memastikan kelestariannya

Kecernaan dan Kesehatan Kelinci Anda

Bahaya Bonggol Jagung untuk Kelinci

Diet ideal untuk kelinci peliharaan dewasa harus mengandung 12% protein, hingga 2% lemak, hingga 20% serat, dan hingga 45% karbohidrat yang dapat dicerna. Sistem pencernaan kelinci tidak terlalu efisien, yang menjelaskan mengapa hewan ini akan memakan kotorannya sendiri untuk mendapatkan nutrisi tambahan dari apa yang mereka makan. Kecernaan makanannya menyoroti perbedaan antara kelinci liar dan peliharaan.

Di alam liar, kelinci secara alami tertarik pada bahan makanan bernutrisi tinggi. Bagaimanapun, ini adalah masalah bertahan hidup. Sayangnya, insting ini juga membuat mereka rawan obesitas sebagai hewan peliharaan. Kelinci bukan hewan pemamah biak seperti sapi, yang merupakan salah satu alasan mereka “mencerna kembali” makanannya.

Baca Juga:  Berapa Jumlah Anak Kelinci dalam Sekali Melahirkan?

Apapun yang kelinci makan dengan cepat akan melewati saluran pencernaan mereka. Mereka membutuhkan serat dan karbohidrat untuk menjaga agar sistem tubuhnya berjalan lancar dan mengurangi risiko penyakit.

Anda dapat memberi kelinci Anda diet pelet komersial untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Jerami timothy adalah pilihan lain yang lebih baik untuk hewan peliharaan Anda daripada penggunaan makanan lain dalam jangka panjang seperti alfalfa. Anda harus selalu menyediakan air bersih untuk kelinci Anda. Itu dapat membantu memastikan pencernaan yang baik dan mengurangi risiko komplikasi lainnya.

Kembali ke soal tongkol jagung atau bonggol jagung, kelinci dewasa dapat mencernanya lebih mudah daripada kelinci muda, yang dapat menyebabkan stres saluran pencernaan karena mengonsumsi pati ini. Serat yang tidak dapat dicerna sangat penting untuk kesehatan hewan peliharaan Anda.

Risiko tongkol jagung terletak pada obstruksi usus atau GI Stasis. Kelinci mungkin tidak dapat memetabolismenya sepenuhnya, mengingat seberapa cepat makanan melewati sistemnya. Masalah lainnya adalah kelinci tidak bisa muntah, membuatnya lebih berisiko.

Alasan mendasar di balik risiko ini adalah sebagian besar pencernaan terjadi di bagian bawah usus kelinci atau usus besar. Penyerapan nutrisi juga tidak optimal. Inilah yang membuat lagomorph (kelinci dan terwelu) berbeda dengan beberapa herbivora, seperti sapi dan hewan ruminansia lainnya. Kelinci peliharaan juga tidak memiliki kapasitas pengaturan termal yang dimiliki kelinci liar untuk hidup di lingkungan yang keras.

Kesimpulan

Kelinci adalah hewan peliharaan yang menyenangkan untuk anak-anak dan orang dewasa. Sifat ramah dan rasa ingin tahunya membuatnya menyenangkan untuk dimiliki. Diet sehat sangat penting untuk hewan-hewan ini.

Meskipun serat adalah komponen penting, lebih baik Anda menawarkan sumber makanan lain selain tongkol jagung. Risiko GI stasisnya terlalu tinggi. Selain itu, tongkol jagung tidak memberikan banyak nilai gizi. Pakan pelet berbasis jerami timothy adalah pilihan terbaik yang bisa Anda berikan kepada kelinci Anda.

Komentar Anda