Bahaya Keracunan Amonia pada Ikan: Pengobatan dan Pencegahannya

Bisakah ikan sembuh dari keracunan amonia? Jawaban singkatnya adalah ya. Meskipun dikenal sebagai pembunuh ikan terbesar di akuarium, jika diketahui cukup awal dan diatasi dengan perawatan yang tepat, ikan dapat pulih dari keracunan amonia.

Keracunan Amonia

Keracunan amonia adalah ancaman kehidupan bagi ikan dan dapat dengan mudah terjadi di akuarium Anda. Amonia hadir di semua akuarium dari pembusukan kotoran ikan dan sisa-sisa makanan ikan.

Amonia juga diproduksi ketika ikan Anda bernafas dan buang kotoran. Amonia sangat beracun bagi ikan pada konsentrasi berapa pun, dan bahkan dalam kadar rendah dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Lantas bagaimana kita bisa menyelamatkan nyawa ikan? Mari kita bahas ini di artikel ini.

Apa Itu Keracunan Amonia?

Amonia (NH3) adalah senyawa nitrogen dan hidrogen. Ini adalah produk kotoran di akuarium ikan dan dihasilkan oleh dekomposisi makanan yang tidak dimakan, tanaman yang membusuk, dan bahan kotoran lainnya. Amonia juga diproduksi saat ikan Anda bernafas dan buang kotoran. Di bawah kondisi yang tepat, Amonia dapat dengan cepat menumpuk ke tingkat yang beracun di akuarium Anda.

Ini sering terjadi ketika siklus nitrogen belum terbentuk di akuarium baru atau ketika ada peningkatan pesat dalam jumlah kotoran ikan yang dihasilkan (seperti karena memberi makan berlebihan, menambahkan terlalu banyak ikan sekaligus, atau jarang membersihkan akuarium).

Ketika kadar amonia terlalu tinggi, ini dapat mempengaruhi ikan Anda dalam beberapa cara. Ini dapat menyebabkan beberapa gejala serta kematian dalam kasus-kasus ekstrim. Para ahli menyebutnya sebagai keracunan amonia (ammonia poisoning).

Bagaimana Amonia Mempengaruhi Ikan?

Amonia bersifat korosif dan akan membakar kulit, mata, dan insang ikan. Kemampuan insang untuk menyerap oksigen akan terganggu karena selaput lendir dihancurkan. Ini menyebabkan ikan terengah-engah di permukaan air, yang dapat menyebabkan kematian. Amonia juga dapat merusak ginjal, hati, dan organ lain ikan.

Amonia akan menyebabkan ikan Anda menjadi stres dan lebih rentan terhadap penyakit pada tingkat rendah. Bahkan pada kadar yang sangat rendah (0,02 ppm), amonia akan merusak insang dan menyebabkan stres. Stres yang disebabkan oleh amonia dapat membuat ikan Anda lebih rentan terhadap penyakit dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Apakah Keracunan Amonia Menyakitkan bagi Ikan?

Keracunan amonia sangat menyakitkan bagi ikan karena benar-benar membakar kulit, mata, dan insang mereka. Kerusakan yang disebabkan oleh amonia bisa sangat parah hingga bahkan dapat menyebabkan kematian dalam banyak kasus. Inilah sebabnya mengapa kita harus bertindak cepat untuk mengatasi hal-hal buruk itu.

Meski kebanyakan ikan mati karena keracunan amonia, untungnya ada harapan bagi ikan yang sudah terdampak. Jika kadar amonia tidak terlalu tinggi dan Anda bertindak cepat, ikan Anda memiliki peluang bagus untuk pulih dari infeksi bakteri.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan Ikan untuk Mengatasi Keracunan Amonia?

Jika Anda merawat ikan sebelum terlambat, hanya perlu waktu 3-5 hari bagi ikan Anda untuk pulih dari keracunan amonia. Untuk itu, pertama-tama Anda harus mengenali gejala keracunan amonia pada ikan. Setelah itu, Anda harus mengambil langkah yang tepat untuk menghilangkan amonia dari akuarium dan memberikan pertolongan pertama pada ikan Anda.

Gejala Keracunan Amonia pada Ikan

Ikan yang keracunan amonia akan mengalami beberapa gejala. Gejala-gejala yang paling umum adalah:

Peningkatan Produksi Lendir

Ketika amonia hadir, ikan akan mulai memproduksi lebih banyak lendir untuk melindungi diri mereka dari racun. Peningkatan produksi lendir ini akan membuat kulit dan sirip ikan Anda terlihat berlendir.

Insang Merah atau Berdarah

Amonia akan merusak insang ikan Anda dan menyebabkannya menjadi merah atau berdarah. Ini adalah gejala yang serius dan Anda harus mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan amonia dari akuarium Anda sesegera mungkin.

Terengah-engah di Permukaan Air

Karena amonia mulai merusak insang ikan Anda, mereka tidak akan dapat menyerap oksigen secara efisien. Ini akan menyebabkan ikan Anda mulai terengah-engah di permukaan air.

Sirip Rusak

Jika kadar amonia cukup tinggi, ini akan mulai merusak sirip ikan Anda. Sirip akan menjadi compang-camping dan bahkan bisa lepas.

Kulit Merah Teriritasi

Amonia juga akan menyebabkan kulit ikan Anda menjadi merah dan teriritasi. Dalam kasus yang parah, amonia bahkan mungkin mulai menggerogoti kulit.

Perubahan Warna Tubuh

Amonia juga dapat menyebabkan tubuh ikan Anda berubah warna. Gejala yang paling umum adalah munculnya semburat keputihan pada tubuh dan sirip ikan.

Kelesuan dan Kehilangan Nafsu Makan

Keracunan amonia akan menyebabkan ikan Anda menjadi lesu dan mereka bahkan mungkin kehilangan nafsu makan.

Infeksi Sekunder

Jika kadar amonia cukup tinggi, infeksi sekunder juga bisa terjadi. Ini biasanya adalah infeksi bakteri yang memanfaatkan jaringan rusak amonia. Ketika ikan terinfeksi dengan infeksi sekunder, ini biasanya tidak dapat diobati. Jadi, menghilangkan amonia dari akuarium Anda penting dilakukan sesegera mungkin.

Kematian (Dalam Kasus Ekstrim)

Terkadang, semua gejala ini terjadi dengan cepat dan Anda tidak punya kesempatan untuk membersihkan akuarium Anda. Dalam kasus ini, ikan akan mati dengan cepat karena keracunan amonia.

Cara Mengobati Ikan yang Keracunan Amonia

Ikan Keracunan Amonia

Anda harus menguji air untuk memeriksa kadar amonia. Jika kadarnya tinggi, Anda perlu mengambil langkah-langkah berikut untuk menghilangkannya dari air.

Langkah 1: Ganti 50% air

Tingkat amonia standar untuk akuarium ikan adalah 0 ppm. Jadi, jika levelnya di atas itu, amonia perlu dihilangkan. Cara terbaik untuk menghilangkan amonia adalah dengan mengganti air. Anda harus melakukan penggantian air minimal 50%.

Bergantung pada berapa banyak amonia yang ada di akuarium ikan Anda, Anda harus membuat sejumlah penggantian air dalam waktu singkat. Lakukan penggantian air hingga kadar amonia turun di bawah 1ppm.

Langkah 2: Gunakan Penghilang Amonia

Setelah Anda melakukan penggantian air, Anda perlu menambahkan penghilang amonia ke akuarium Anda. Anda dapat menghilangkan sisa amonia dengan menggunakan produk kontrol pH. Biasanya, ini diperlukan jika ikan Anda sangat stres. Jika ikan Anda tampak baik-baik saja setelah penggantian air, Anda mungkin tidak perlu melakukan langkah ini.

Langkah 3: Batasi Pemberian Makan

Setelah Anda membersihkan air akuarium, Anda harus berhenti memberi makan ikan Anda untuk mencegah amonia masuk lagi ke dalam akuarium. Dalam kasus yang parah, Anda harus membatasi pemberian makan hingga beberapa hari. Anda hanya boleh mulai memberi makan ikan Anda lagi ketika kadar amonia telah stabil.

Langkah 4: Jangan Tambahkan Ikan Baru

Anda tidak boleh menambahkan ikan baru saat ikan Anda pulih dari keracunan amonia. Ikan baru akan menambahkan lebih banyak amonia ke akuarium dan dapat menyebabkan lonjakan lagi. Anda hanya boleh menambahkan ikan baru ketika kadar amonia telah stabil setidaknya selama seminggu.

Langkah 5: Rawat Luka Bakar Akibat Amonia

Jika ikan Anda memiliki luka bakar amonia yang terlihat, Anda perlu mengobatinya dengan antibiotik. Luka bakar ini biasanya merupakan infeksi bakteri yang memanfaatkan jaringan yang rusak akibat amonia.

Jika bakteri baru mulai berkembang, ikan Anda akan pulih dengan pengobatan. Tapi jika infeksi telah berkembang terlalu jauh, ikan Anda mungkin tidak bisa pulih.

Tanda-tanda Ikan Pulih dari Keracunan Amonia

Jika ikan Anda pulih dari keracunan amonia, Anda akan melihat beberapa perubahan berikut:

  • Ikan akan mulai makan lagi.
  • Ikan akan menjadi lebih aktif.
  • Sirip ikan akan mulai tumbuh kembali.
  • Luka pada kulit dan insang akan mulai sembuh.
  • Warna ikan akan mulai kembali.
  • Ikan akan mulai berkembang biak lagi.

Jika Anda melihat salah satu dari perubahan ini, itu berarti ikan Anda pulih dari keracunan amonia.

Penyebab Keracunan Amonia dan Cara Mencegahnya

Setelah Anda mengetahui cara mengobati keracunan amonia, sekarang Anda harus mempelajari penyebab keracunan amonia dan cara mencegahnya.

Akuarium Ikan Baru Tidak Disiklus dengan Benar

Ini adalah sesuatu yang kebanyakan pemilik ikan baru tidak tahu. Ketika Anda pertama kali menyetup akuarium ikan Anda, akuarium harus melalui “siklus.” Ini adalah saat bakteri yang memakan amonia dan nitrit terbentuk di akuarium ikan Anda.

Bakteri ini sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan Anda dan stabilitas akuarium ikan Anda. Selama proses siklus, bakteri sehat ini membangun koloni mereka di permukaan akuarium, mulai memakan nutrisi berbahaya seperti amonia dan nitrit, dan melepaskan nitrat yang tidak berbahaya ke dalam akuarium. Tanpa bakteri ini, ikan Anda akhirnya akan mati karena keracunan amonia.

Proses siklus biasanya memakan waktu 6-8 minggu sampai selesai. Selama waktu ini, Anda tidak boleh menambahkan ikan apa pun ke akuarium Anda. Anda dapat mempercepat proses siklus dengan menambahkan tanaman hidup, menambahkan produk bakteri starter, atau menggunakan metode siklus tanpa ikan.

Kepadatan Penghuni Akuarium

Kepadatan penghuni akuarium adalah penyebab umum lain dari keracunan amonia. Ketika Anda memiliki terlalu banyak ikan di akuarium Anda, mereka menghasilkan terlalu banyak kotoran. Kotoran ini terurai menjadi amonia, yang dapat dengan cepat berkembang menjadi jumlah yang mematikan dan membahayakan ikan Anda.

Jadi, peliharalah ikan dalam jumlah wajar di akuarium Anda, apalagi jika akuarium Anda kecil.

Kualitas Air yang Buruk

Jika Anda tidak merawat akuarium ikan dengan benar, kualitas air akan mulai menurun. Penurunan kualitas air ini dapat menyebabkan keracunan amonia.

Anda harus melakukan penggantian air sebagian (25-50%) setiap minggu untuk menghilangkan racun yang menumpuk di dalam air. Anda juga harus membersihkan filter dan menyedot debu kerikil untuk menghilangkan akumulasi kotoran.

Materi yang Membusuk di dalam Akuarium

Jika ada materi yang membusuk seperti ikan mati di akuarium ikan Anda, itu akan melepaskan amonia ke dalam air. Ini dapat dengan cepat meracuni ikan Anda.

Anda harus membuang materi yang membusuk dari akuarium Anda segera setelah Anda melihatnya. Anda juga harus melakukan penggantian air sebagian untuk menghilangkan amonia yang terlepas ke dalam air.

Memberi Makan Ikan Terlalu Banyak

Jika Anda memberi ikan Anda lebih banyak makanan daripada yang bisa mereka makan, makanan yang tidak dimakan akan membusuk dan melepaskan amonia ke dalam air. Ini dapat dengan cepat meracuni ikan Anda.

Anda hanya boleh memberi makan ikan Anda sebanyak yang mereka bisa habiskan dalam wakti 2 menit. Jika masih ada sisa makanan setelah 2 menit, berarti Anda telah memberi mereka makan terlalu banyak.

Menggunakan Air Keran yang Diolah Secara Kimia

Sebagian besar perusahaan air menggunakan kloramin untuk mengolah sistem air mereka. Sementara kloramin sangat efektif dalam mendisinfeksi air, ini terikat dengan amonia, yang beracun bagi ikan.

Namun itu tidak berarti bahwa Anda tidak boleh menggunakan air keran untuk akuarium ikan Anda. Ada beberapa cara untuk membuat air keran Anda tetap aman untuk ikan. Anda harus menggunakan kondisioner air yang menghilangkan kloramin dari air sebelum menambahkannya ke akuarium ikan Anda.

Seberapa Cepat Keracunan Amonia Bisa Membunuh Ikan?

Tergantung pada tingkat amonia di dalam air, ini dapat membunuh ikan dalam beberapa jam atau hari. Selalu periksa parameter air Anda dengan test kit agar Anda bisa memastikan amonia, pH, nitrit, dan nitrat dalam tingkat aman.

Baca Juga: 4 Cara Memeriksa Level Amonia Akuarium Tanpa Alat

Penutup

Keracunan amonia adalah masalah serius yang dapat membunuh ikan Anda. Ada banyak penyebabnya, namun ada banyak juga cara untuk mencegahnya. Ikan dapat pulih dari keracunan amonia jika kadarnya tidak terlalu tinggi dan Anda segera mengambil tindakan. Dengan mengikuti tips dalam artikel ini, Anda dapat menjaga ikan Anda aman dari keracunan amonia. Semoga bermanfaat.

Komentar Anda