10 Mitos dan Kesalahpahaman Sesat Tentang Ular

Dengan lebih dari 3.000 spesies ular yang ada di dunia, ular dapat ditemukan di mana-mana kecuali di beberapa daerah. Terlebih lagi, 600 spesies ular tersebut dianggap berbisa secara klinis, yang berarti bahwa bisa atau racun spesies tersebut memiliki efek klinis pada manusia dan dapat membahayakan nyawa.

Fakta Tentang Ular

Sebagian besar ular mampu berbaur dengan latar belakang (kamuflase), beberapa bersembunyi di lubang kecil, dan yang lain tinggal di kolong bangunan dan gudang rumah, jadi tidak mengherankan jika orang terpesona oleh reptil satu ini di sepanjang sejarah.

Meskipun kita tahu banyak tentang jenis reptil ini, masih banyak mitos tentang ular yang perlu diluruskan. Di bawah ini, kami akan membantah 10 kesalahpahaman yang paling umum tentang ular. Langsung saja simak bersama.

Mitos dan Kesalahpahaman Tentang Ular

1. Ular Itu Agresif

Dalam beberapa hal, mitos ini mungkin telah membantu orang daripada merugikan mereka. Mitos ini akan mendorong orang untuk menjauh dari ular yang berpotensi mematikan dan untuk lebih berhati-hati di sekitar mereka.

Sayangnya, hal itu mungkin juga menyebabkan banyak orang membunuh ular sebagai cara untuk mengendalikan ancaman ular. Kebanyakan ular, ketika dihadapkan dengan hewan yang jauh lebih besar seperti manusia, akan meluncur ke tempat yang aman.

Faktanya, dalam situasi tersebut beberapa ular cenderung hanya akan berbaring diam dan berpura-pura mati. Hanya sedikit ular yang akan menunjukkan tanda-tanda agresi, dan itu pun hanya ketika mereka merasa tidak ada pilihan lain yang lebih baik.

Jika Anda melihat seekor ular, beri dia ruang dan menjauhlah. Tidak ada alasan untuk percaya bahwa ular itu akan mengejar Anda atau menyerang tanpa alasan.

2. Ular Itu Tuli

Mitos ini pertama kali dilaporkan oleh para ilmuwan, meski telah lama dibantah. Karena ular tidak memiliki telinga atau gendang telinga, dan karena mereka tidak selalu bereaksi terhadap suara keras, diyakini bahwa ular sebenarnya tuli.

Memang benar bahwa ular tidak mendengar suara dengan cara yang sama seperti kita, tetapi mereka dapat merasakan getaran di udara dan melalui tanah. Sementara manusia memiliki tulang kecil di telinga yang berfungsi menangkap suara, ular memiliki tulang serupa di sisi kepala mereka. Tulang-tulang ini memungkinkan ular menangkap suara dan mengenalinya. Jadi, ular tidaklah tuli.

3. Jika Ada Bayi Ular, Maka Ibunya Ada di Dekatnya

Ini adalah kesalahpahaman yang sangat aneh ketika Anda mengetahui fakta sebenarnya. Meskipun beberapa orang memperingatkan bahwa melihat bayi ular berarti ibu ular ada di dekatnya, ini sangat tidak mungkin terjadi.

Bayi ular dilahirkan dengan kemampuan untuk mengurus diri mereka sendiri sepenuhnya. Dan setelah sekitar satu minggu pertama mereka bisa bertahan tanpa makan, mereka akan pergi berburu sendiri. Faktanya, ular tidak menunjukkan naluri keibuan atau kebapakan, setidaknya dengan cara yang akan membuat mereka mencari makan bersama atau mengajari anaknya berburu.

Jika Anda melihat seekor bayi ular, kemungkinan besar dia akan keluar sendiri karena dia juga tidak akan kawin dengan ular lain.

4. Bayi Ular Lebih Berbahaya Dibanding Ular Dewasa

Jika Anda melihat bayi ular, tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan bisanya melebihi ular dewasa. Ini dipicu oleh rumor bahwa karena bayi ular belum belajar mengendalikan bisa yang mereka miliki secara efektif, mereka lebih berbahaya daripada ular dewasa yang tampaknya lebih pendiam.

Pada saat bayi ular melakukan perburuan pertamanya, dia sudah siap dan terampil, yang berarti dia memiliki kendali penuh atas bisanya. Mungkin ada beberapa perbedaan tingkat bisa di antara ular, dan bahkan di antara ular dari spesies yang sama, karena pola makan. Tetapi karena ukuran bayi ular yang lebih kecil, kemungkinan mereka memiliki lebih sedikit bisa untuk dikeluarkan daripada ular dewasa.

Meskipun demikian, Anda jangan berasumsi bahwa seekor ular kecil tidak bisa memberikan serangan berbisa yang mematikan.

5. Gigitan Ular Harus Dihisap Keluar Bisanya

Mimpi digigit ular

Mitos lama ini lazim ditemukan di film-film Barat dan diabadikan selama bertahun-tahun. Untungnya, kebanyakan orang sadar bahwa itu tidak benar. Gigitan ular tidak boleh disayat atau dihisap untuk membantu mencegah penyebarannya.

Bisa ular menyebar dengan sangat cepat. Percobaan untuk menyayat atau menghisap gigitannya justru dapat memperburuk keadaan. Bisa pada dasarnya tertarik ke satu area dan konsentrasi bisa yang meningkat ini akan dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan pada satu area itu.

Satu-satunya solusi untuk gigitan ular berbisa adalah menggunakan anti-bisa, jika diperlukan, atau membiarkan racunnya mengalir jika tidak berakibat fatal dan tidak dapat diobati dengan apa pun.

6. Ular Berkepala Segitiga Itu Berbisa

Mempertimbangkan efek merusak dari bisa beberapa ular, tidak mengherankan bahwa ada banyak mitos tentang cara mengidentifikasi ular berbisa.

Salah satu yang tampaknya cukup umum adalah ular berbisa dapat dikenali dari bentuk kepalanya. Ular yang memiliki kepala segitiga dianggap berbisa, sedangkan ular yang memiliki kepala bentuk lain tidak. Ini tidak benar dan Anda tidak boleh mengandalkan teknik semacam ini untuk mencoba mengidentifikasi ular berbisa.

Kesalahpahaman serupa lainnya ada mengenai bentuk pupil ular. Sekali lagi, mitos itu tidak akurat dan tidak benar sehingga harus diabaikan.

7. Ular Tidak Memiliki Tulang

Ular adalah vertebrata, yang berarti mereka memiliki vertebra atau tulang punggung. Mereka juga memiliki tengkorak, tulang rahang, dan mereka sebenarnya memiliki tulang rusuk sepuluh kali lebih banyak daripada manusia, dengan satu tulang rusuk melekat pada setiap vertebra.

Karena itu, meskipun Anda mungkin pernah mendengar bahwa ular tidak memiliki tulang, ini jauh dari kebenaran. Faktanya, ular memiliki ratusan tulang.

Kesalahpahaman ini kemungkinan disebabkan oleh pergerakan ular dan fakta bahwa ular itu sendiri terlihat sangat lentur. Namun hal ini dapat dijelaskan oleh fakta bahwa tulang ular jauh lebih kecil dari tulang kita. Dan meskipun ular memiliki banyak tulang, tulang itu tertata sedemikian rupa sehingga memungkinkan mereka untuk bergerak dengan lihai.

8. Ular Itu Berlendir

Salah satu alasan mengapa banyak orang enggan memegang ular adalah karena mereka percaya ular itu berlendir dan menjijikkan.

Faktanya, kulit ular benar-benar kering dan mungkin kasar atau halus. Karena tidak memiliki kelenjar keringat, ular bahkan tidak menghasilkan keringat, dan banyak di antaranya hidup dalam kondisi gersang sehingga jarang bersentuhan dengan air. Bahkan ular air cepat kering sebagai cara untuk bertahan hidup. Beberapa amfibi mengeluarkan lendir, tetapi tidak dengan ular.

9. Susu Bisa Menarik Ular

Beberapa orang percaya bahwa meletakkan cawan susu di luar akan menarik ular. Orang mungkin melakukan ini dengan harapan ular itu akan bisa menyingkirkan tikus, tetapi kesalahpahaman bahwa susu dapat menarik ular berasal dari masa ketika orang-orang sering melihat ular bergegas menuju kandang sapi dan peternakan sapi perah.

Para peternak percaya bahwa ular sedang menyusu dari sapi-sapi itu ketika mereka pergi berburu hewan pengerat yang hidup di sekitar lumbung dan gudang pakan ternak. Ular tidak dirancang untuk menyusu, dan sapi juga tidak mungkin tahan disusui oleh ular.

10. Ular Bepergian Berpasangan dan Akan Membalas Kematian Pasangannya

Seperti yang kami sebutkan di atas, ular tidak bepergian dalam kelompok keluarga, bahkan dengan orang tuanya sendiri. Satu-satunya waktu ketika Anda mungkin melihat dua ular bersama adalah ketika mereka sedang bersiap untuk kawin.

Dalam kedua kasus, ular tidak mengenali manusia dan tidak merasakan ikatan keluarga atau membentuk ikatan dekat dengan pasangannya, yang berarti Anda tidak akan melihat mereka bersama. Dan yang pasti, ular yang pasangannya telah Anda bunuh tidak akan dapat mengenali Anda atau merasa perlu untuk membalas dendam atas kematian kekasihnya.

–oOo–

Ada ribuan spesies ular yang berbeda dan mereka ditemukan di seluruh dunia. Perkiraan menunjukkan bahwa lebih dari satu juta orang memilikinya sebagai hewan peliharaan. Tetapi kemampuan ular untuk bersembunyi di tempat-tempat terpencil membuat mereka masih diselimuti selubung misteri.

Meskipun kita harus selalu berhati-hati saat berurusan dengan ular dan bersiap untuk mengambil tindakan pengamanan di sekitar spesies ular berbisa, kami berharap artikel ini dapat membantah beberapa mitos umum dan kesalahpahaman menyesatkan tentang ular yang berpotensi merusak reputasi hewan luar biasa ini.

Komentar Anda