9 Tanda Ikan Molly Sekarat (Infeksi, Parasit, Jamur, dan Lainnya)

Sebagai penggemar ikan hias, melihat ikan sekarat atau mati bukanlah hal yang kita inginkan. Untuk menjaga agar ikan molly tetap sehat dan bahagia, Anda harus tahu apa saja tanda ikan molly sekarat. Dengan begitu, Anda bisa mengambil langkah untuk menyelamatkannya sebelum terlambat.

Ikan Molly Sakit

Sebelum melangkah lebih jauh, harus kita akui bahwa ada situasi tertentu di mana kita sebagai pemelihara ikan tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan ikan kesayangan kita.

Apa Tanda Ikan Molly Sekarat?

Jika ikan molly Anda sudah sakit sebelum Anda membelinya, mereka mungkin tidak akan hidup lama terlepas dari perawatan yang Anda berikan. Dalam kasus ini, hal yang bisa Anda lakukan adalah menyediakan lingkungan yang bebas stres dan berharap semoga ikan Anda baik-baik saja.

Sekarang setelah kita memahaminya, mari selami topik ini lebih dalam.

Apakah Ikan Molly Mudah Mati?

Dibandingkan dengan banyak spesies ikan lembut lainnya, ikan molly sebenarnya tidak mudah mati. Mereka adalah ikan tangguh yang dapat mentolerir banyak masalah. Namun ini tidak berarti mereka tidak bisa sekarat. Jika kita tidak berhati-hati, masih banyak hal yang bisa membunuh mereka.

Apa Penyebab Ikan Molly Mati?

Salah satu penyebab utama ikan molly gampang mati adalah kualitas air yang buruk. Amonia, nitrit, dan nitrat adalah racun yang dapat membunuh ikan dengan cepat. Jika molly Anda hidup di air dengan kadar racun yang tinggi, kemungkinan besar mereka akan mati dalam beberapa hari.

Alasan lain mengapa ikan molly mati adalah karena kekurangan makanan. Jika ikan molly Anda tidak cukup makan, mereka perlahan akan kelaparan. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk memberi mereka makanan berkualitas tinggi yang mengandung semua nutrisi yang mereka butuhkan untuk tetap sehat.

Ikan molly juga bisa terkena infeksi dan penyakit seperti ikan lainnya. Jika tidak segera diobati, infeksi ini dapat membunuh mereka.

Terakhir, ikan molly bisa mati karena usia tua. Seperti manusia, ikan memiliki umur dan akhirnya mati karena usia tua. Meskipun ada solusi untuk penyebab kematian lainnya, untuk yang satu ini kita tidak dapat melakukan apa-apa.

Ikan tidak bisa memberi tahu kita bahwa mereka tidak nyaman. Tapi mereka pasti menunjukkan kepada kita tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Kita seringkali dapat menyelamatkan ikan yang sekarat sebelum terlambat jika kita tahu apa yang harus diamati.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa ikan molly Anda sedang sekarat:

Tanda Ikan Molly Sekarat

1. Kehilangan Nafsu Makan

Biasanya kita kehilangan nafsu makan ketika kita merasa tidak sehat. Hal yang sama berlaku untuk ikan. Jika ikan molly Anda berhenti makan, itu pertanda ada yang tidak beres. Ini seringkali merupakan indikasi pertama dari ikan yang sekarat.

Biasanya, ikan molly yang sehat dapat bertahan hidup tanpa makanan selama sekitar dua minggu. Tapi ketika molly Anda sekarat, mereka kemungkinan akan mati dalam beberapa hari jika tidak makan.

2. Lemah Lesu

Jika ikan molly Anda kurang aktif berenang dan tampak lesu, itu adalah tanda bahwa mereka sedang tidak enak badan. Hilangnya nafsu makan sering mengikuti ini.

Ikan molly yang sehat selalu cenderung berenang dan menjelajah di sekitar akuariumnya. Jadi, jika molly Anda hanya berbaring di dasar akuarium atau bersembunyi sepanjang waktu, itu pasti pertanda ada sesuatu yang salah.

3. Sirip Menguncup

Ketika sirip ikan menguncup dekat dengan tubuhnya, sering kali ini merupakan tanda stres. Sirip yang menguncup dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti kualitas air yang buruk, kekurangan makanan, atau penyakit. Jika sirip molly Anda menguncup, itu tandanya ikan sedang tidak enak badan dan membutuhkan bantuan kita.

4. Perubahan Warna

Penyakit Ikan Molly

Ikan molly yang sehat memiliki warna yang cerah merona. Jika Anda memperhatikan bahwa warna molly Anda memudar atau berubah, itu adalah tanda bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja.

Warna yang pudar atau berubah bisa disebabkan oleh banyak hal seperti stres, kurang makan, atau penyakit. Jadi, jika Anda melihat perubahan ini pada ikan molly Anda, Anda harus segera mengambil tindakan.

5. Mengambang Terbalik

Jika ikan molly Anda mengambang terbalik di permukaan air, itu adalah tanda bahwa mereka tidak mendapatkan cukup oksigen. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti kualitas air yang buruk atau infeksi. Jika Anda melihat molly Anda mengambang terbalik, Anda harus segera mengambil tindakan untuk menyelamatkannya.

6. Menunjukkan Tanda-tanda Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri sering terjadi pada ikan dan seringkali bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati. Tanda atau gejala setiap infeksi berbeda. Oleh karena itu, kami telah membuat daftar setiap infeksi di bawah ini.

  • Popeye – Gejala popeye meliputi mata melotot dan mata keruh, keluarnya cairan dari mata, dan gelembung di atas mata.
  • Busuk Sirip – Gejala pembusukan sirip meliputi sirip berjumbai atau robek, bintik hitam atau merah pada sirip, dan lesu.
  • Dropsy – Gejala sakit dropsy antara lain perut kembung, sisik terangkat, tulang belakang melengkung, mata melotot, insang pucat, dan borok di sekitar gurat sisi.
  • Tuberkulosis – Gejala TBC meliputi ikan menjadi kurus, busuk ekor dan busuk sirip, mata melotot, dan borok di tubuh.
  • Septikemia – Gejala septikemia meliputi garis-garis merah pada sirip dan tubuh, lesu, kembung, berdarah, sirip menguncup, kehilangan nafsu makan, dan borok di tubuh.

Jika Anda melihat salah satu gejala ini pada ikan molly Anda, Anda harus mengobatinya atau bila perlu membawanya ke dokter hewan sesegera mungkin.

7. Menunjukkan Tanda-tanda Penyakit Parasit

Ada banyak penyakit parasit berbeda yang bisa menyerang ikan molly, berikut daftarnya.

  • Ich – Gejala ich meliputi bintik-bintik putih pada tubuh, lesu, kehilangan nafsu makan, dan peningkatan pernapasan.
  • Cacingan – Gejala cacingan antara lain kemerahan, gatal-gatal, lesu, kehilangan nafsu makan, dan bintik-bintik merah pada tubuh.
  • Cacing jangkar – Gejala serangan cacing jangkar antara lain kulit gatal, bintik-bintik merah pada tubuh, dan lesu.
  • Penyakit velvet – Gejala penyakit velvet meliputi munculnya debu kuning atau emas di tubuh, lesu, dan kehilangan nafsu makan.
  • Flagellata – Gejala flagellata antara lain bintik-bintik abu-abu pada tubuh, anoreksia, flashing, insang bengkak, lesu, kehilangan nafsu makan, dan peningkatan pernapasan.

8. Menunjukkan Tanda-tanda Infeksi Jamur

Infeksi jamur sering terjadi pada ikan dan seringkali bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati. Ikan bisa terserang beberapa infeksi jamur dengan berbagai tanda dan gejala. Berikut daftarnya.

  • Penyakit cotton wool – Gejala penyakit cotton wool meliputi bulu putih di tubuh, sirip, dan insang, lesu, dan kehilangan nafsu makan. Pada stadium lanjut, jamur menjadi kecoklatan/kehijauan.
  • Infeksi exophiala – Gejala infeksi exophiala meliputi berenang tidak menentu, lesu, warna tubuh lebih gelap, dan granuloma bulat kuning hingga hijau di organ visceral seperti ginjal dan hati.
  • Ichthyosporidium – Gejala infeksi ichthyosporidium meliputi mata menonjol, berenang tidak menentu, lesu, penurunan berat badan, peningkatan perilaku bersembunyi, dan muncul benjolan kecil pada kulit.

9. Kematian Mendadak

Terkadang, seekor ikan molly bisa mati begitu saja tanpa ada tanda-tanda peringatan. Hal ini sering disebabkan oleh usia tua, tetapi bisa juga karena stres atau masalah kesehatan lainnya. Jika ikan molly Anda mati mendadak, Anda mungkin perlu membawanya ke dokter hewan untuk diperiksa apakah ada masalah kesehatan yang mendasarinya.

Di artikel berikutnya, kita akan kupas secara lebih mendalam tentang cara menyelamatkan ikan molly yang sekarat dan mau mati. Silakan klik artikel berikut: Bagaimana Cara Menyelamatkan Ikan Molly yang sekarat?

Komentar Anda